intermezzo

lagi.
sunyi.
saya menemukan.
ambiance baru disini.
iya,iya, gerah.
saya tahu ko.
saya ga akan lupa.
bagaimana kita menikmati.
musik tanpa vocal.
yang menghipnotis.
perlahan.
namun melaju.
melaju~

katanya saya stand up comedy, kami buat mereka terbahak.
tapi kata saya, buat apa bertahun belajar akting kalau mereka masih bisa lihat saya tanpa topeng.

qgstmn

ya, cuman sementara.

bulan begitu cepat berganti disini, bagaimana disana?

saya memperhatikan bulan dengan bayangan kamu.
menunggu pertumbuhannya dengan sabar mengingatkan saya akan kita,
dimana salah satu harus bersabar agar menjadi utuh.
karena,
kesempurnaan itu ada walau sementara.

analogi dan bintang

saya pernah begitu menikmati bulan,
itu pertama kalinya saya menghitung bintang,
menamainya.
satu demi satu sampai kamu terpingkal.

saya minta kamu menutup mata,
membayangkan bintang yang saya lihat bersama jangkrik,
pertama terisi di sisi kanan, beranjak ke tengah, terus melaju ke kiri.
hingga akhirnya langit dalam kepalamu penuh dengan bintang tidak beraturan.

bintangnya boleh habis untuk disimpan,
tapi obrolan kita tidak pernah habis,
malam itu saya sendirian,
kamu sendirian,
di ruang waktu yang berbeda,
di dimensi yang berbeda,
namun saya merasa ditemani,
dengan bintang yang memenuhi kepala kamu,
dengan nama yang meluap dari tawa kamu.

saya ingat betul bagaimana analogi bisa begitu sempurna.
bisa begitu dinikmati.
bisa buat saya amnesia dimensi.
ya,
saya ingat betul ~

Tuhan selalu punya jalan.

suatu kali saya pernah patah hati.
saya terbakar habis, tenggelam, dan akhirnya pingsan!

tapi, Tuhan selalu punya jalan!!

saya menemani mereka makan, di tempat yg sama sekali tidak saya kenal,
lalu teringat lagi saya!!!
“ancang ancang melarikan diri sudah saya siapkan”
tapi yg terjadi saya hanya berdiri, menyalakan sebatang rokok, dan menatap bulan yg lagi bagus bagus nya.

"kamu bisa req, berarti kamu sudah di rumah, semoga kamu sehat, dan mood nya sudah baik, selamat malam sayang, aku rindu"
tapi tanpa suara.

seperti tenggelam, dan seseorang mencokol tengkuk saya, sampai tak biasa kembali!!
lalu ;
“mun dihereuyan galak tah”
kata babeh parkir. #yangsamasekaligapernahsayatemui.

[alih alih menjawab saya hanya mengerutkan dahi.]

"enya mun teu dihereuyan mah henteu"
“ooh”
“nugelo”
“oooh”
“jadi baheula pamajikan na penyanyi dangdut, terus di kawin ku nu kitu oge, terus nya kitu teu tarima terus jadi gelo, ah nu kitu teh teu kuat tah mentalnya”
“oooh kitu beh”
“enya abi mah nya lamun ngadenge nu bunuh diri. naon lah dina koran, ngan gara gara awewe, lain lalaki nu kitu mah, lalaki mah kudu kuat, da awewe mah loba , tinggal neangan deui, ngalelebar hirup ngan jang kitu”
“enya nya beh. hahahaha”
“hehehe, enya lah lalaki mah kudu kuat”

tergelitik saya bertanya akhirnya.
“terus lamun ges nyeri hate kudu kumaha nya beh?”
“istigfar, serahkeun kabeh ka nu kawasa”
“jadi sagalanya ge balik deui ka nu kawasa nya beh?”
“enya jang”
“ha ha ha ha”
“he he he he”

"bre udah bayar parkir"
“udah ini jang berdua”
“ooh enya beh”
sambil lalu
“nuhun beh!!!”

lalu si babeh bengong.

matur suwun

alunan musik flica berhembus di telinga, hingga tanpa sadar terpejam.
suara gerimis entah kenapa semakin pekat,
lalu dalam gelap saya melihat cahaya oranye, jauh di depan sana.
menunjukan wajah asli hujan, yg terlihat layaknya embun berjatuhan, di dalam sana ada cahaya lesio, tanpa membuka mata saya sadar itu petir yg menjaga hujan.
berjalanlah saya mendekati lampu oranye, dibawahnya saya terduduk lalu terkesima!!
entah kenapa,
entah ada apa,
saya suka suasananya, warna sinaran lampunya, buat hati rindu.
semua beban seketika hilang, yang tersisa cuma ringan, ringan betul dengan segala kehampaannya, dan gerimis beserta kehangatannya.
Mssya Allah, tak perlu jauh” meninggalkan ENDONESA,di negeri ini, bahkan tanpa membuka matapun, saya rasakan kenikmatannya;
terimakasih endonesa.

aku gamau jadi bintang yang paling terang.
karena bintang yang paling terang cepet mati.
lebih baik jadi bintang yang redup tapi awet.
ya. . walau redup, yang penting bisa lebih lama nemenin kamu.
air sama minyak memang gapernah bisa nyatu.
tapi coba deh,
Isikan keduanya ke satu gelas yang sama, lalu kamu taruh lilin diatasnya terus nyalakan.
romantis bukan?

#qgstmn.

Akar.

sedih
ya. bagaimana tidak?
kau sadari sesuatu, tentang akar, dan kau pohon nya.
dimanapun tumbuh akar pohon akan tetap sama.
kadar air dan udara yang membedakan bagaimana pohon tumbuh besar , kokoh, atau lemah dan mati.

bagaimana bila?
akarnya begitu keras.
karena terbentuk ; ketika,
kaya jadi patokan hormat.
ulama jadi parameter cerdas.
dan “mereka” lebih memilih menikah dibanding sekolah.
orang tua merasa anaknya lebih baik menggembala dibanding membaca.
naik haji dibanding sarjana.

maka niscaya kepala “mereka” sama keras dengan baja.
pembodohan yang dibiarkan.
terus menerus mengolah minyak tanpa mengurus air.
tubuhmu akan mulus mengkilap. memang.
tapi akan berbau dan kotor.

bukan hanya keimanan yang harus di beri makan.
dan, lalu buta pada logika yang nyaris mati. sekaratlah ia.

ini pembodohan, sekali lagi!! saya gatal.
asal usul membuat “mereka” , merasa hebat, merasa tangguh, merasa benar, dan hanya benar. tak pernah. tak bisa tahu SALAH.
budaya membuat terbiasa, hingga; BUTA dan TULI lah mereka.
selamanya. selama sepuh masih ada. selama budaya tetap sama.

#jangkriklebaran.

More Information