intermezzo

theartofanimation:

Dan LuVisi

too damn real!!!

Di penghujung malam itu.

uraian rambut nya, yang tak begitu panjang, tak pendek pula
ketika kubaui harum kartush meruak menelusup rongga hidung

lekuk tubuh nya yang berulang kali kutelusuri
bahkan dapat tersentuh dengan mata tertutup berasa damai

bercengkrama serasa bersenggama
ruh dengan tubuh yang berjarak namun tanpa spasi
kata dengan rasa yang tak lagi memperdebatkan esensi
berbagi persepsi tanpa berucap

tak ingat lagi ini sudah malam keberapa

entah mimpi , entah sadar
terbangun atau tertidur pun mulai samar

seperti kita dalam kotak kaca
saling pandang tapi terbatasi
saling dekat tapi tak tersentuh

perdebatan soal kebahagiaan berakhir dengan kalimat sederhana
“kalo kangen ya bilang aja?”

harga diri bukan lagi perihal nominal
namun mengenai ikhlas dan transparan

dan dipenghujung malam itu
saya lagi jatuh cinta
pada entah apa
pada entah siapa

selamat malam, selamat berimajinasi
saya sayang.

ingat lagi saya

ingat lagi saya, satu botol mineral yang selalu dia pesan, seperti sebuah kebiasaan janji yang tak lagi perlu terucap, lalu sedih, ya sedih dan berantakan saya. sebotol airmineral terlupa untuk dipesan bahkan dibawakan. oleh dan untuk siapa? ah mungkin dia sedang menyusun ulang dunianya.

don’t dream it, dance it!

bagi para pemimpi yang kehilangan mimpi - mimpinya
bagi para juara yang dipencudangi
bagi para kekasih yang kehilangan kasih

saat akan melangkah pergi

berbaliklah!
dan tatap dinding kalian
ingat mimpi yang kalian gantungkan
ingat plakat yang kalian koleksi
ingat kenangan yang kalian buat

di sana
di dinding yang menjulang
di hadapan kalian
di kebuntuan yang kalian hadapi

sudahkah sampai disini?
tidak ada lagi pembuktian yang kalian perjuangkan?
habiskah daya hidup kalian?

mimpikah darah dan keringat kalian?
atau
sebuah tarian yg belum selesai?
tulisan yg belum rampung?

lalu untuk apa Tuhan berikan esok hari, untuk apa Tuhan sambung nafas kalian jika hanya di habiskan untuk menyerah pada mimpi…

you are what you love, not who loves you.
kesendirian itu bagai pedang dengan dua sisi.
Di satu sisi dia bisa mejadi senjata untuk memperkuat kita, namun di sisi lain melukai saat di genggam.

Qgstmn

Work It Through

kiasrandomthoughts:

Seseorang dapat mengobati rasa sedihnya, yang penting adalah tidak mencoba melupakannya tapi justru membiarkan semua kesedihan itu larut dalam waktu & hilang dengan sendirinya - Psikoanalisa

More Information